Perbandingan Buaya serta Aligator yang Kerap Disangka Sama
Sumber: https://www.freepik.com/free-photo/mugger-crocodile-river_15252896.htm
Hai sobat Web Fakta, sempatkah kalian memandang buaya serta aligator serta merasa keduanya nampak sama? Banyak orang memanglah kerap galat membedakan 2 hewan ini sebab sekilas penampilannya mirip. Sementara itu, buaya serta aligator berasal dari keluarga yang berbeda serta mempunyai banyak perbandingan menarik, mulai dari wujud badan, habitat, sampai perilakunya. Nah, supaya kalian tidak bimbang lagi, ayo kita bahas bersama perbandingan buaya serta aligator dalam style yang santai tetapi senantiasa informatif.
Asal Usul serta Klasifikasi Ilmiah
Selaku permulaan, buaya serta aligator memanglah masih satu ordo, ialah Crocodylia, tetapi mereka berasal dari keluarga yang berbeda. Buaya tercantum dalam keluarga Crocodylidae, sebaliknya aligator tercantum dalam keluarga Alligatoridae. Walaupun keduanya tercantum hewan purba yang sudah terdapat semenjak era dinosaurus, garis evolusi mereka terpisah lumayan lama. Itu sebabnya, walaupun penampilannya mirip, terdapat perbandingan genetis serta raga yang lumayan signifikan antara keduanya.
Wujud Moncong yang Berbeda
Salah satu metode sangat gampang buat membedakan buaya serta aligator merupakan dengan mencermati wujud moncongnya. Buaya mempunyai moncong berupa huruf V yang lebih runcing serta kecil. Sedangkan itu, aligator mempunyai moncong berupa huruf U yang lebih lebar serta bundar di ujungnya. Perbandingan wujud ini bukan tanpa alibi, lho. Moncong buaya yang runcing membantunya menangkap bermacam tipe mangsa, tercantum ikan serta mamalia kecil, sebaliknya moncong aligator yang lebar lebih sesuai buat menghancurkan cangkang kura- kura ataupun hewan bercangkang keras yang lain.
Letak Habitat yang Berbeda
Perbandingan mencolok yang lain merupakan tempat hidup mereka. Buaya umumnya hidup di air payau ataupun air asin, semacam di muara sungai, tepi laut, ataupun rawa dekat laut. Sedangkan aligator lebih suka hidup di air tawar semacam sungai, danau, ataupun rawa- rawa pedalaman. Itu sebabnya, kalian lebih bisa jadi menciptakan buaya di wilayah tropis semacam Asia Tenggara, Afrika, serta Australia. Sebaliknya aligator banyak ditemui di Amerika Serikat bagian selatan serta Cina.
Warna Kulit yang Membedakan
Jika kalian mencermati dengan saksama, buaya cenderung mempunyai warna kulit yang lebih cerah, kehijauan ataupun kecokelatan dengan pola yang lebih mencolok. Sebaliknya aligator umumnya bercorak lebih hitam, nyaris kehitaman, yang buatnya gampang berkamuflase di air keruh ataupun rawa. Warna kulit ini berfungsi berarti dalam proteksi diri mereka dari predator ataupun dikala mencari mangsa secara diam- diam.
Gigi yang Nampak Dikala Mulut Tertutup
Satu karakteristik unik lain yang dapat menolong kalian membedakan keduanya merupakan posisi gigi. Dikala mulut buaya tertutup, kalian masih dapat memandang sebagian giginya yang menonjol, paling utama gigi besar di rahang dasar. Sebaliknya pada aligator, seluruh gigi hendak tertutup rapat di dalam mulut kala rahangnya menutup. Jadi, bila kalian memandang hewan besar yang nampak“ tersenyum” dengan gigi keluar, besar mungkin itu merupakan buaya.
Dimensi Badan serta Ciri Fisik
Secara universal, buaya mempunyai dimensi badan yang lebih besar dibanding aligator. Sebagian spesies buaya, semacam buaya air asin, apalagi dapat berkembang sampai lebih dari 6 m panjangnya serta berat menggapai lebih dari 1 ton. Aligator umumnya lebih kecil, dengan panjang rata- rata dekat 3 sampai 4 m. Tidak hanya itu, kulit buaya pula lebih keras serta bersisik dibanding aligator yang cenderung mempunyai kulit lebih halus.
Watak serta Sikap yang Berbeda
Walaupun keduanya bersama predator, sikap buaya serta aligator tidak seluruhnya sama. Buaya diketahui lebih kasar serta cenderung melanda apa juga yang mendekat ke wilayahnya. Sedangkan aligator relatif lebih tenang serta cuma melanda bila merasa terancam. Perbandingan sikap ini pula dipengaruhi oleh habitat mereka. Buaya yang hidup di air asin mempunyai daerah jelajah yang luas serta kerap berhubungan dengan banyak tipe hewan, sebaliknya aligator lebih kerap menetap di satu tempat dengan area yang lebih tenang.
Sistem Menyesuaikan diri terhadap Lingkungan
Buaya mempunyai keahlian luar biasa dalam menyesuaikan diri dengan area ekstrem. Mereka dapat bertahan di air asin sebab mempunyai kelenjar spesial di lidah yang menolong menghasilkan garam dari badan mereka. Aligator pula mempunyai kelenjar seragam, namun tidak seefisien buaya, sehingga mereka lebih sesuai hidup di air tawar. Menyesuaikan diri ini membuat buaya lebih fleksibel dalam mencari tempat tinggal, sedangkan aligator lebih terbatas dalam penyebarannya.
Suara serta Metode Komunikasi
Menariknya, baik buaya ataupun aligator bersama dapat berbicara dengan suara. Tetapi, tipe serta keseriusan suaranya berbeda. Buaya umumnya menciptakan suara raungan yang keras serta menggema, paling utama dikala masa kawin. Sedangkan aligator menghasilkan suara mengorok ataupun menggeram rendah buat menandai wilayahnya. Apalagi, anak aligator dapat berbicara dengan induknya lewat suara kecil saat sebelum menetas dari telur. Perihal ini menampilkan kalau mereka merupakan hewan yang mempunyai sistem sosial yang lumayan lingkungan.
Kesimpulan
Walaupun sekilas nampak mirip, buaya serta aligator nyatanya mempunyai banyak perbandingan yang lumayan jelas. Dari wujud moncong, warna kulit, habitat, sampai perilakunya, keduanya menampilkan ciri unik tiap- tiap. Buaya lebih besar, lebih kasar, serta hidup di air asin, sebaliknya aligator lebih kecil, tenang, serta tinggal di air tawar. Mengenali perbandingan ini bukan cuma menaikkan pengetahuan kita tentang dunia hewan, namun pula membuat kita lebih menghargai keanekaragaman alam yang luar biasa. Jadi sobat, jika nanti kalian memandang hewan besar mengintip di permukaan air, kalian telah dapat menduga, itu buaya ataupun aligator?
Hingga jumpa kembali di postingan menarik yang lain!
